Class name, is it worth??

Hmm..dari postingan saya sebelumnya, saya jadi iseng ingin nulis tentang nama-nama kelas. Yap, setiap kelas di SMA ini tentu punya nama-namanya sendiri. Nama itu mencirikan identitas masing-masing anggota kelas tersebut. Nama tersebut merupakan attitude, gengsi, martabat, dan harga diri yang harus dijaga oleh tiap-tiap personelnya. Nah, yang jadi pertanyaan, kapan sih awal mulanya tiap kelas punya nama, harus diberi nama? Sewaktu SMP saya belum mengenal yang namanya kelas itu punya nama. Aneh rasanya.

Nah waktu SMA, ga tahu dari mana, kami semua berinisiatif untuk memberikan kelas sebuah nama. Mungkin jawaban yang paling benar adalah ikut-ikutan. Follower dari kakak-kakak kelas yang sebelumnya telah memeberikan nama pada kelas yang ditempatinya. Kapan mereka mulai, saya tidak tahu. Saya tidak sempat menanyakan pertanyaan bodoh tersebut kepada sang kakak kelas.

Nama kelas kemudian berkembang dalam bentuk berbeda, kostum. Identitas kurang lengkap rasanya jika belum mempunyai bentuk. Nah, bentuk tersebut salah satunya adalah baju kelas, atau jaket kelas. Tapi karena masalah dana dan lainnya, baju kelas hanya ada pada kelas 1 saja. Naik kelas, tetap pakai baju yang sama :D Kembali lagi ke masalah nama. Nama kelas tersebut tentunya dibuat berhubungan dengan kelas yang ditempatinya. Seperti nama kelas saya contohnya.

Kelas 1 : Saya menempati kelas 1.2. Nama kelas yang waktu itu kami pilih adalah Superman. Yaitu representasi dari Satu Dua Pinter dan Keren MAN! Pemilihan nama waktu itu kami ajukan secara demokratis. Yang punya nama boleh acung, lalu menjelaskan arti nama itu. Kalo nda salah waktu itu yang mengajukan nama adalah Angger. Nama kelas ini kemudian berkembang menjadi simbol, simbol menjadi baju. Karena nama kelas kami adalah Superman, maka tentu saja simbol yang dipakai adalah simbol 'S' Superman, lengkap dengan heronya, versi thunder.

Kelas 2 : Kelas 2.2. Masih dengan anggota kelas yang sama, tapi harus menggunakan nama berbeda. Dengan kesepakatan bersama, kami pilih nama Dadonk. Singkatan sederhana dari Dua Dua Donk. Pada waktu ini kami tidak menggunakan simbol, hanya tulisan saja. Baju? Pake yang lama aja. Masih bagus. Malas kalau buat yang baru. Lagipula kalau buat baju, simbol apa yang harus kami pilih?? Hehehe..

Kelas 3 : Kelas 3 IPA 2. Sebetulnya membuat nama kelas pada kelas 3 adalah sebuah kegiatan yang sangat tidak berguna. Nama Adidas, Anak IPA 2 Dahsyat, sebetulnya hanya kami buat pada saat ada ajang futsal di skul. Pada waktu itu kami bingung dengan identitas kelas dan takut kalah gengsi dengan kelas lainnya, jadi dengan sedikit pemaksaan kata-kata, nama Adidas muncul ke permukaan. Lengkap dengan simbol Adidas yaitu 3 strip berurutan dengan tulisan Adidas dibawahnya.

Terlepas dari penting atau tidaknya sebuah nama kelas, tanpa sadar kita telah berperilaku, berbuat, bertutur, mengikuti identitas kelas kita masing-masing. Tiap-tiap kelas jadi punya perbedaan, punya kemajemukan, baik cara pandang maupun tingkah laku. Tiap kelas mempunyai ciri khas yang membedakan dengan kelas lainnya. Tentu saja temen-temen semua pernah mengalaminya bukan?

0